HARGA
SOLAR INDUSTRI Harga bahan bakar minyak (BBM) Subsidi
baik bensin maupun solar untuk transportasi sudah
diturunkan oleh pertamina, maka solar industri non-subsidi dipastikan bakal
menyusul diturunkan. Mulai April 2016, solar
industri non-subsidi dipastikan akan turun.
<agen resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar
industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal>
Muchamad Iskandar, Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina pada
awal tahun 2016 memastikan harga solar industri akan turun. Disebutkan
bahwa Harga solar industri pasti turun. Jika tidak, solar non-subsidi
ini tidak akan laku. Dalam penjualan solar industri, Pertamina memiliki
sekitar seratus badan usaha niaga yang juga menjual produk yang sama.
Ini pula yang membuat
harga solar industri Pertamina berubah setiap dua minggu yakni
setiap tanggal 1 dan tanggal 15. Harga jualnya pun tidak sama untuk masing-masing
perusahaan lantaran penetapan harga solar industri non-subsidi ditetapkan dengan
negosiasi business to business dari
masing-masing agen resmi solar.
Riset KONTAN menunjukkan, penjualan solar industri Pertamina
berbeda-beda menurut wilayah. Wilayah penjualan Sumatera, Jawa, Bali, Madura ( Wilayah I ), lebih
murah dibandingkan tiga wilayah lain di Indonesia.
Untuk periode 15-31 Desember 2015, harga keekonomian solar Industri
Pertamina wilayah I adalah Rp 8.781,52 per liter. Turun dibandingkan periode
1-14 Desember 2015 yang sebesar Rp 9.059,42 per liter.
Untuk harga Januari 2016, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Sudirman Said bilang harga keekonomian solar turun 18% menjadi Rp 5.650 per
liter, sudah termasuk subsidi Rp 1.000 per liter. Ini berarti tanpa subsidi
harga keekonomian solar Rp 6.650 per liter.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi
Lukman minta harga solar industri turun lebih besar ketimbang harga di Desember
yang mencapai Rp 7.900 per liter, diturunkan sebesar 10% menjadi
sekitar Rp 7.000-Rp 7.100 per liter.
Meski begitu, Adhi bilang, turunnya harga solar tak bisa menjamin harga
barang turun. Industri juga ogah dikenakan Dana Ketahanan Energi Rp 300 per
liter, seperti solar subsidi agar biaya energi lebih murah. Beban
upah dan gaji pekerja yang setiap tahun meningkat tentu juga diperhatikan oleh
kalangan industri UMKM maupun industri besar di area Semarang, Ungaran, Kudus,
Kendal, Demak dan yang lainnya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia ( Aprindo ) Roy
Nicolas Mandey menambahkan, penurunan harga BBM transportasi belum ideal. Dalam
kalkulasinya harga premium dan solar IDEALNYA turun di
atas 10% agar harga barang ikut turun. Kemudian daya beli masyarakat
dapat meningkat dan perekonomian tahun 2016 ini
menggeliat.
PT.
Pertamina ( Persero ) per 1 April 2016 menurunkan harga solar industri
non-subsidi menjadi Rp 6.200,- per liter muncul harapan kalangan industri yakni
harga energi listrik juga akan turun karena sebagian besar pasokan PLN
menggunakan tenaga diesel. Angin segar dari Menteri Perhubungan bahwa tarif
angkutan diturunkan 3 % kiranya dapat berlaku efektif di masing-masing kota.
Bus antar-kota-antar-propinsi AKAP nampaknya yang dipantau paling oleh Dishub
mengingat nominalnya besar sehingga menghitungnya cukup sederhana.
< harga
solar, solar industri, semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen resmi, tri
amertha dewa, pertamina>
< semarang, kudus, demak, ungaran, kendal, agen
resmi, tri amertha dewa, pertamina, harga solar, solar industri>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar