Jumat, 03 Juni 2016

HATI - HATI HARGA SOLAR MURAH

HATI - HATI HARGA SOLAR MURAH
Bagi sebagian perusahaan industri pengguna mesin produksi berbasis diesel, banyak yang tertarik menggunakan bahan bakar solar atau HSD (high speed diesel) dari pasar gelap  / black market. Meskipun sudah jelas melanggar peraturan dengan kategori pidana, namun tetap menggiurkan karena murah dan tidak ada masalah dengan kualitas, karena solar yang diselewengkan memang solar asli Pertamina.
Namun sekarang kondisinya berbeda. Sejak kasus-kasus penggelapan dan sejumlah sekandal minyak di Kementrian ESDM terbongkar, solar pasar gelap menjadi langka karena adanya pengetatan pengawasan pada distribusi solar bersubsidi. Lebih lagi, sejak terjadinya kelangkaan dan kekurang cadangan BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.
Namun ternyata, masih ada saja yang menawarkan solar industri non subsidi dengan harga murah dengan angka penawaran yang murah banget. Lalu bagaimana para pebisnis  solar NON SUBSIDI nakal menyiasatinya agar mereka tetap mendapat keuntungan.
Sebelum saya memaparkan fakta mengenai trik distributor solar nakal meraup keuntungan, saya ingin menghimbau terlebih dahulu. “Jangan cepat tergiur dengan harga murah. Nanti bisa celaka!”.
Mau tahu kenapa? Ternyata solar yang mereka jual dioplos dengan oli bekas yang telah diolah dengan aditif tertentu sehingga dari sekian persen solar yang mereka tawarkan adalah olahan oli bekas; artinya berisi oli plus solar.
Yang menjadi pertanyaan. Apakah itu bisa? Tentu saja bisa karena oli maupun solar diciptakan dari sumber yang sama, yaitu minyak bumi. Yang perlu di ketahui, minyak bumi yang diproses pada tingkatan tertentu akan menghasilkan bahan bakar tertentu pula. Proses tersebut dengan tingkatan kualitas yang berbeda-beda. Hasil dari pengolahan tersebut menghasilkan aftur, bensin, solar, minyak tanah, oli hingga tingkatan yang paling rendah adalah aspal.
Nah, oli sendiri sebenarnya masih memiliki kandungan atau unsur-unsur solar yang pada proses tertentu kandungan solarnya bisa diekstrak. Hasil ekstaksi tersebut kemudian menjadi campuran solar industri yang asli atau murni. Begitulah mereka menyiasatinya.
Pertanyaannya, apakah mesin dieselnya bisa berputar? Tentu saja bisa. Lalu, apa masalahnya? nanti dalam jangka waktu tertentu mesin diesel tersebut bisa jebol dengan kerugian material yang sangat besar, entah 6 bulan atau 20 bulan kemudian.
Yang perlu diketahui, campuran solar non subsidi dengan cairan hasil eksraksi dari oli bekas mengandung zat-zat berbahaya bagi kelangsungan hidup mesin diesel Anda. Karena oli sendiri dibuat dengan fungsi melumasi mesin yang komponen-komponennya berbahan logam, untuk itu, oli bekas memiliki kandungan logam yang sangat tinggi. Perlu diingat bahwa kandungan sulfur oli bekas pun melampaui batas toleransi konsumsi mesin diesel. Belum lagi, zat-zat lain yang tidak kalah berbahayanya. Itu lah yang dapat membuat mesin dieselnya rentan rusak.

Cara Mendeteksi
Sulit untuk mendeteksi solar oplosan jenis ini karena harus melalui uji laboratorium yang lengkap. Celakanya, jarang perusahaan pengguna bahan bakar solar yang memiliki fasilitas itu. Umumnya, hanya dengan uji berat jenis dan pengamatan visual saja. Cara itu tidak bisa membedakan antara solar oplosan oli dengan solar murni.
Dari sisi visual dan berat jenisnya tidak ada perbedaan. Benar-benar sama. Perbedaannya baru bisa diketahui setelah melalui uji laboratorium yang lengkap. Tapi yang paling mudah adalah membedakannya dari harga yang ditawarkan. Biasanya harga lebih murah hingga Rp 500,- s/d Rp 1.000,- dari harga pasaran pada umumnya (dari harga terendah / bottom price).
Selain itu, bisa dicurigai dari lokasi depo tempat penyimpanannya. Depo yang aman biasanya berlokasi di terminal Pertamina seperti Depo Pengapon SemarangDepo Tanjung Priuk Jakarta yang dikenal ketat sehingga para pebisnisnya tidak bisa curang (oplos mengoplos). Selain itu, kecurangan juga bisa terjadi pada proses pengiriman yang dilakukan oleh transporter yang bekerja sama dengan para distributor nakal.
Untuk itu, agar mendapatkan suplay solar yang berkualitas, perhatikan tips berikut ini:
1.   Jangan tergiur dengan harga murah karena tidak ada satupun pebisnis yang mau merugi.

2.   Pilih perusahaan yang memiliki reputasi yang baik; memiliki depo di terminal yang terpercaya dan memiliki dokumen legalitas perusahaan yang dapat dipertanggung jawabkan.

3.   Selebihnya bisa Anda pertimbangkan sendiri.

Terima kasih.